Jurnal
1
Mata
Kuliah Limnologi
Nama:Umi
Nasiyah
Nim:
342010219
Hari,
Tanggal : Selasa, 05 Maret 2013
Waktu : 10.00-12.30
Tempat :FKIP UMP Ruang 3.1
Assalamu’alaikum,.
Langit biru tersenyum haru ceria,
melintasi cakrawala kegembiraan yang tersemai dalam bingkai kebahagiaan.
Mentari tersenyum merona menghiasi detik hari yang menyeruak. Dengan gontai aku
berjalan menuju suatu tempat, di lintasan waktu yang semakin melaju. Tepatnya
di ruang 3.1 Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah
Palembang. Hari dimana aku akan mengikuti mata kuliah limnologi dengan bapak Dr.
Saleh Hidayat, M.Si.
Sedikit banyak yang aku ketahui
tentang pak Saleh Hidayat meski ini merupakan pertemuan perdanaku dengan
beliau. Pertama kali aku bertemu dengan pak Saleh itu di acara seminar
pendidikan yang diadakan oleh salah satu organisasi yang amat populer di kampus
hijau yaitu IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah). Kalau hanya sekedar bertemu
saja, aku sering sekali melihat pak Saleh shalat di masjid Al Hikmah. Tapi,
yang aku maksud disini adalah tatap muka
secara langsung. Referensi lain yang ku dapat mengenai pak Saleh hidayat yaitu
dari teman-teman dan kakak tingkat yang pernah mengikuti mata kuliah beliau.
Waahh, banyak mereka yang bilang bahwa pak Saleh itu disiplin, ketat, killer, dan yang tak kalah penting adalah keren serta perfect mengajarnya. Hal inilah
yang membuatku makin penasaran dengan sosok
pak Saleh Hidayat. Setelah lama
menimba ilmu di kampus hijau barulah tahun ini bertemu mata kuliah dengan
beliau, tepatnya di semester 6 dengan mata kuliah limnologi.
Di awal pertemuan mata kuliah limnologi
tepatnya pukul 10.00 WIB pak Saleh meminta kami untuk absen terlebih dahulu
selanjutnya beliau mulai sibuk dengan laptopnya kemudian mengabsen kami satu
persatu dengan nama-nama yang telah terketik rapi dalam laptopnya. Kemudian
beliau mulai menjelaskan tentang limnologi melalui bertanya mengenai sungai Musi
dan banyaknya sungai yang ada di Palembang dan sekitarnya. Beliau juga
menjelaskan bahwa di rawa-rawa banyak sekali tumbuhan lumut dan paku yang
mengalami metagenesis (pergiliran keturunan) lewat sporanya. Tumbuhan paku yang
mati akan digantikan dengan tumbuhan paku yang baru melalui sporanya, kemudian
akan terjadilah penumpukan tumbuhan paku. Tumbuhan paku yang mati tersebut akan
membentuk lahan gambut yang kaya akan cadangan batu bara. Wah menarik sekali, berarti di daerah Palembang
dan sekitarnya kaya akan cadangan batu bara dong.
Belum lama setelah pak Saleh
menjelaskan, beliau mulai disibukkan dengan agenda lain dan mulai resah
memandangi arloji di tangannya. Kemudian beliau mohon izin untuk menghadiri
rapat, nampaknya sangat buru-buru karena tanpa menunggu lama pak Saleh langsung
pergi meninggalkan ruangan 3.1. Sebelum pergi pak Saleh berpesan agar kami
membagi kelompok dengan cara membuat undian dan menunggu pak Saleh sampai pukul
11.30, jika hingga jam tersebut pak Saleh
tak kunjung datang maka kami boleh keluar dan masuk kembali pukul 16.00 WIB.
Jam selanjutnya tepatnya 16.10 WIB
kami kembali masuk ruang 3.1 guna melanjutkan kembali perkuliahan Limnologi
dengan Dr. Saleh Hidayat, M.Si. Namun belum juga dibuka kembali perkuliahannya, pak Saleh mohon izin
keluar untuk menunaikan shalat Ashar. Luar biasa meski sesibuk apapun tapi pak
Saleh tak lupa shalat. Karena mau seperti apa dan jadi apa kita, itu semua tak
luput dari ridha Allah SWT. Jadi teringat lagu justice voice “sudah cakep,
sudah sholeh, prestasinya oke”. Hidup Mahasiswa!
Setelah selesai pak Saleh
menunaikan kewajiban pada rabbul izzati dan masuk kembali ke ruangan 3.1,
akhirnya hal yang di tunggu-tunggu hadir juga LCD ON dan pak Saleh mulai
menjelaskan kontrak belajar, metode penyajian, tagihan, dan lain-lain.
Kontrak belajar:
1. Tidak memakai T-Shirt
2. Tidak memakai sandal
3. Tidak terlambat
Di sela-sela penjelasannya mengenai
kontrak belajar, tiba-tiba listrik padam. Hal ini membuat pak Saleh keluar dan
angkat bicara dengan logat sundanya, ternyata ada bapak-bapak yang sengaja
memadamkan aliran listrik. Mungkin dikiranya semua perkuliahan telah sepi dan
selesai. Pak Saleh kembali menghidupkan laptop dan LCD, beliau sedikit menggerutu
kemudian menjelaskan bahwa kami juga
memiliki tugas tiap minggunya yaitu membuat Refleksi Diri. Acapkali pak saleh
membuatku tersenyum geli dengan logat jawa, sunda, dan bahasa Indonesia yang
campur aduk. Hal ini membuat pak saleh menegurku, “eh ojo ngguyu”. Ucapnya
sambil tersenyum melihatku. Aku malah
makin tertawa deras olehnya. “ealah dibilangin jangan ngguyu malah ngguyu
terus”.
Ngguyu itu bahasa jawa yang artinya
tertawa, dan ojo ngguyu artinya jangan tertawa. Akhirnya karena melihatku geli
dan tertawa, pak Saleh mendekatiku dan
salah seorang teman di sampingku. Kemudian beliau bertanya
“kalian
asli orang jawa ya?”
“iya pak”. Jawabku dan teman di
sebelahku.
“kelihatan dari mukanya, jawa mana?
Belitang?”. Tanyanya lagi
“iya “ jawab temanku.
“kamu?” beliau menuju ke arahku
“saya dari baturaja pak”. Tambahku
“ oohh,, banyak ya orang jawa di
kelas ini”. Tambahnya
Sembari mengajak kami tersenyum
ria, beliau melanjutkan slide-slide yang telah menanti di hadapan kami yaitu penjelasan mengenai format refleksi diri
dan kesalahan-kesalahan umum dalam penulisan refleksi diri.
Usai menjelaskan kontrak belajar
dan berbagai macam komponen-komponennya yang tak kalah penting untuk diingat
ialah motivasi belajar yang luar biasa. Pak saleh member kami
motivasi-motivasi, dan itu selalu terngiang di kepalaku. Beliau berkata:
“Menjadilah Bintang Setiap Hari, karena Mahasiswa itu harus Pintar, Jujur,
Cermat, Teliti dan Santun”.
Satu lagi yang bikin urat nadiku
merinding, “ Kalau Mau Pasti Ada Jalan
dan Ketika Tidak Mau Maka Akan Banyak Alasan”. Perkataan ini sungguh mampu
mencabik-cabik hati dan fikiranku. HERO yang sangat heroik pembangkit semangat
baru untuk masa depan gemilang. Mirip dengan apa yang aku baca dalam buku yang
berjudul Zero to Hero dan Happy Ending Full Barokah karangan Shalihin Abu
Izzudin.
Teringat akan nasihat guru ngajiku
, “ Waktu Itu Ibarat Dua Bilah Mata Pedang Yang Sangat Tajam, Jika Ia Engkau
Sia-Siakan Maka Suatu Saat Ia Akan Menebas Lehermu”.
Amazing, hal ini sesuai dengan
firman Allah:
“Demi
masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, dan nasihat-nasihat
supaya menaati kebenaran, dan nasihat-nasihat supaya menetapi kesabaran”. (QS.Al ‘Asr)
Bagiku dosen dan guru yang baik itu
ialah ia yang cerdas lagi mampu mencerdaskan mahasiswa atau anak didiknya. Ia
mampu memberikan motivasi dan inovasi baru dalam belajar mengajar. Jadi belajar
akan terasa menyenangkan dan tidak monoton. Sehingga fungsi mahasiswa agent of
change akan terwujud.
Selang beberapa waktu kemudian setelah
kami bercakap-cakap, waktu menunjukan pukul 17.50 wib. Senja di sore itu nampak
mencuat, mega merah menggelayut di atap-atap langit dan menghamburkan percikan-percikan oranye. Tak
lama kemudian diusir oleh awan hitam yang menggumpal dan terus menggumpal
menyelimuti langit. Hari kian meredup. Perjumpaan perdana mata kuliah limnologi
dengan pak Saleh Hidayat hari ini berakhir.
kesan:
Kesan selama perkuliahan hari ini adalah banyak memberi saya motivasi dan inspirasi. Namun
agak sedikit kecewa karena harus ditinggal begitu saja di awal jam perkuliahan.
pesan:
Suasana
perkuliahan jadi menyenangkan karena Bapak banyak memberikan informasi selingan
yang erat kaitannya dengan pengetahuan. Terima kasih bapak telah memberikan masukan untuk kami semua, dan semoga Bapak tetap bersabar
dalam mendidik kami yang juga calon pendidik, dalam perkuliahan ini.