Selasa, 17 Maret 2015

REFLEKSI DIRI STRUKTUR HEWAN



Umi Nasiyah
 
Hari/tanggal: jum’at/14 oktober 2011
Pertemuan III

Siang ini suasana kampus nampak gelap, awan yang menggumpal menghiasi langit dipenuhi dengan kilat-kilat yang mencuat menggelegar di atap-atap langit. Senyumku yang tersungging ria hari ini tak berbalas dengan cuaca hari, mentari serasa enggan tersenyum hari ini. Namun tak akan mengurangi dan mematahkan semangatku untuk mengikuti mata kuliah struktur hewan. Meski hembusan angin serasa menusuk kulit dan menjalar keseluruh nadiku. Aku tetap semangat menuju ruang kelas. Kalau minggu sebelumnya aku datang terlambat tapi tidak untuk hari ini, hari ini aku datang lebih awal. Teringat akan nasihat seorang sahabat sekaligus guru bagiku, tentang pentingnya management waktu. Beliau berkata, waktu itu ibarat dua bilah mata pedang yang sangat tajam. Suatu saat waktu bisa menebas leher siapapun yang menyia-nyiakannya. Kata-kata itu selalu terngiang di otakku. Jadi aku akan berusaha mencetak hari-hariku sebaik mungkin. Waktu terus mengalir , tak terasa proses belajar pun dimulai. Seperti biasa pak saleh yang telah memasuki ruangan, langsung membuka pertemuan ketiga ini dengan salam dan lafaz basmallah. Tak banyak yang ia sampaikan, beliau hanya mempersilahkan kepada kelompok yang mendapat giliran presentasi untuk mempresentasikan hasil makalah yang di tugaskan pada pertemuan minggu lalu. Membahas mengenai jaringan ikat.

Jaringan ikat
Jaringan ikat berasal dari bahasa inggris (nonnective tissue) diterjemahkan menjadi jaringan ikat. Berasal dari lapisan embrional mesoderm (mesenkim) tapi ada perkecualian pada jaringan ikat sistem saraf (neuroglia) berasal dari lapisan ektoderm.
            Jaringan ikat merupakan jaringan yang tersusun atas sel-sel yang tidak rapat.
Fungsi jaringan ikat:
*      Mengikat atau mempersatukan jaringan-jaringan menjadi organ dan berbagai organ menjadi sistem organ.
*      Sebagai penyimpanan (berupa lemak)
*      Sebagai pembungkus (berupa lemak)
*      Sebagai pertahanan: untuk membentuk kekebalan tubuh atau mempertahankan tubuh dari penyakit. Contoh: sel darah putih dan  kelenjar air liur
*      Perbaiakan (keping darah)
*      Transportasi (darah)
Jaringan tersusun atas matriks  :
*      Serat kolagen
Merupakan serabut-serabut tebal dan bercabang, berwarna putih, dan bila direbus seperti gelatin. Molekul dasar pembentuk mikrofibril disebut tropokolagen. Tropokolagen berdimensi 280 nm panjangnya dan 1,5 nm lebarnya. Kekuatan serabut kolagen berasal dari penggabungan antara molekul-molekul kolagen. Terletak pada tendon, ginjal, ligamen, dan pada kornea mata.
*      Serat elastin
Merupakan serabut tipis yang mempunyai garis longitudinal bercabang-cabang dan bersatu sama lain yang warnanya  kuning. Penyusunnya protein elastin (rentan pengaruh kimia). Terdapat pada dinding pembuluh darah, paru-paru dan kantong empedu.
*      Serat reticuler
Serabut ini sangat halus, paling halus diantara serabut yang lain.  .  Banyak terdapat dalam otot polos, limpa, nodus limfatik, sumsum tulang merah, hati, dan kelenjar endokrin. Serabut ini disebut sebagai serabut argirofilik, karena afinitasnya terhadap garam perak.
Substansi dasar
v  Glikosaminoglikan : merupakan polisakarida linier yang dibentuk oleh rentetan unit disakarida, yang biasanya terdiri atas sebuah asam uronat dan sebuah heksosamin.
v  Proteoglikan: struktur yang asanagat terhidrasi, dengan lapisan tebal air yang mengelilingi molekul.
v  Glikoprotein multiadhesif: senyawa yang mengandung bagian protein tempat karbohidrat melekat.
Kategori jaringan ikat berdasarkan fungsi dan gambaran fisiologis:
*      Jaringan pengikat biasa
*      Jaringan pengikat penyokong (kartilago, tulang)
*      Jaringan hemopoetik (darah, limfa)
Sel-sel jaringan ikat
*      Fibroblas
*      Makrofag
*      Mast cell
*      Sel plasma
*      Sel adiposa
Klasifikasai jaringan ikat
            Berdasarkan tingkat diferensiasi dibedakan menjadi:
1.      Jaringan ikat embrional
*      Jaringan mesenkim (pengisi lapisan endoderm dan ektoderm)
*      Jaringan mukosa (dalam plasenta, humor viterus dalam bola mata), didalam selnya terdapat bahan seperti lendir ( pada plasenta disebut wharton jelly)
2.      Jaringan ikat dewasa
*      Jaringan ikat padat
·         Jaringan ikat reguler
Ø  Jaringan ikat padat kolagen;  terdapat sebagai tendon, ligamen, fascia, aponeuris, dan kornea.
Ø  Jaringan ikat padat elastis; terdapat sebagai ligamen (flavum, vokal, nuchae, stilohyoideum), sebagai lembaran (dinding perut, dinding aorta)
·         Jaringan ikat padat ireguler
Pembungkus berbagai organ, tendon, sebagai dermis pada kulit.
*      Jaringan ikat longgar
Sel yang ada didalamnya; fibroblas, lemak, plasmasit, makrofag, mastosit, sel-sel mesenkiim yang belum berdiferensiasi, sel imigran, dan sel pigmen.
3.      Jaringan ikat berpigmen
Ø  Dibangun oleh sel pigmen (melanofor)
Ø  Terdapat pada koroid mata, lamina fusca sklera mata
4.      Jaringan ikat reticuler
*      Dibangun oleh sel reticuler dan serabut retikulin
*      Terdapat pada organ hemopoietik
5.      Jaringan lemak
*      Banyak dijumpai pada subkutan, perut, dan pantat
*      Ada sel fibroblas, mastosit, disokong serabut kolagen dan elastin
*      Dibedakan menjadi jaringan lemak putih (kuning) dan jaringan lemak coklat

Sumber materi: histologi dasar

Setelah panjang lebar kelompok I memaparkan hasil makalahnya, tibalah saatnya
season pertanyaan dibuka. Season pertama dibuka dengan 2 pertanyaan yaitu:
1.      Apakah pada jaringan ikat padat terdapat matriks? (ade nelsa)
2.      Bagaimana jaringan ikat itu membentuk darah? (amiliah)
Beberapa menit telah bergulir satu persatu pertanyaan season pertama telah terjawab. Untuk kedua kalinya tim penyaji membuka pertanyaan kembali dengan 2 pertanyaan yaitu:
1.      Faktor- faktor apa saja yang menyebabkan jaringan ikat, fungsinya tidak dapat berjalan dengan baik? (binti imroah)
2.      Jelaskan mekanisme kerja sel mast dalam menstabilkan darah! (rusman)
Setelah semua pertanyaan terjawab . mereka tim penyaji menutup presentasi . kemudian kembali dengan sedikit penjelasan dari pak saleh mengenai materi jaringan ikat. Beliau menjelaskan materi mengenai jaringan ikat. Setelah kami membahas jaringan ikat tibalah saatnya waktu menunjukkan pukul 15.30 wib. Menandakan kuliah struktur hewan harus berakhir.
            Suasana kelas yang makin berisik oleh riuhnya penghuni kelas, suara mesin air yang meraung-raung dan ditambah gerimis yang terus mericis membuatku makin tidak fokus lagi mendengarkan pak saleh berbicara.
Seketika mukaku pucat karena menahan rasa dingin yang semakin lama semakin menghunus urat-urat nadiku. Terakhir kudengar pak saleh membagikan hasil refleksi diri kami minggu lalu. kemudian menutup perkuliahan kami dengan lafaz hamdallah dan salam.

 Kesan selama belajar: belajar sedikit menyenangkan tapi terasa kurang bisa fokus karena suasana kelas yang riuh, dan suara berisik mesin air yang sangat mengganggu konsentrasi belajar. 

Harapan: semoga untuk kedepannya setelah kondisi kampus memadai, belajar bisa lebih terasa menyenangkan dan benar-benar bisa fokus.

REFLEKSI DIRI STRUKTUR HEWAN

Umi Nasiyah



Hari/tanggal: kamis/06 0ktober 2011
Pertemuan II

Sang surya hari ini telah meninggi, panasnya begitu menyengat. usai dzuhur aku keluar dari masjid al-hikmah menuju kampus begitu terburu-buru, bagaikan di kejar singa di siang hari. Menuju tempat dimana aku akan mengikuti mata kuliah struktur hewan. Tepatnya di ruang 3 lantai dasar fakultas keguruan dan ilmu pendidikan universitas muhammadiyah palembang. Aku mencoba berlari sekenannya, tadinya aku mendengar informasi bahwa pergantian jadwal mata kuliah struktur hewan dari hari jum’at menjadi hari kamis adalah pukul 13.50 wib. Ternyata masuknya pukul 13.30 wib. Aku yang ketika itu masih berdiam diri di masjid seusai shalat langsung tersentak. Tanpa pikir panjang aku langsung meringkus ranselku dan berlari menuju kelas.
            Setibanya aku di depan kelas keringat begitu deras mengucur di keningku, nafasku tersengal-sengal olehnya. Aku mencoba mengetuk pintu dan masuk ruangan, akan tetapi tak ku dapati pak saleh di ruang kelas. Seperti biasa aku memilih untuk langsung duduk di barisan paling depan. Masih dengan derai keringat yang menghujam dan hembusan nafas yang sepertinya hendak putus, aku bertanya ke teman di sebelah kiri dan kananku. “ dimana pak saleh?”. tanyaku.
“ keluar, tapi tak tahu kemana”. jawab mereka.
Usai bercakap-cakap dengan mereka, aku mencoba mengambil tisu untuk mengeringkan keringat di mukaku. Belum selesai aku mengusap-usap mukaku dengan tisu, tiba-tiba pak saleh datang dan memanggil ketua tingkat untuk membantunya menghidupkan layar LCD. Menandakan jam belajar akan segera di mulai. Pak salaeh membuka pertemuan kedua ini dengan salam dan lafaz basmallah.
Pada pertemuan kedua ini membahas poin-poin diantaranya:
·         Morfologi deskriptif
·         Sel unit tekecil
·         Ciri umum verteberata
·         Simetris bilateral
·         Bidang anatomi
·         Metamerisma
·         Coelom
·         Sistem organ tubuh verteberata
-          Integumen
-          Rangka (skeleton)
-          Otot
-          Sirkulasi
-          Repiratoris
-          Pencernaan
-          Urogenital
-          Koordinasi
Jaringan pada hewan terdiri dari:
-          Jaringan epitel
-          Jaringan pengikat/ penyambung
-          Jaringan otot
-          Jaringan syaraf

Beberapa menit telah berlalu, kami mulai membahas satu persatu dari poin-poin tersebut. Di mulai dengan membahas sel unit terkecil.
Sel
Sel  adalah kesatuan structural dan fungsional makhluk hidup dimana keberadaannya sangat berpengaruh terhadap kepribadian dan tingkah laku dari masing masing makhluk hidup
Teori-teori tentang sel.
1.      Unit struktural terkecil
2.      Unit hereditas terkecil
3.      Unit fungsional terkecil
Para ahli yang mengemukakan teori mengenai sel :
·    Robert Hooke (Inggris, 1665) meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop. Hasil  pengamatannya ditemukan rongga-rongga yang disebut sel (cellula)
·    Hanstein (1880) menyatakan bahwa sel tidak hanya berarti cytos (tempat yang berongga), tetapi juga berarti cella (kantong yang berisi)
·    Felix Durjadin (Prancis, 1835) meneliti beberapa jenis sel hidup dan menemukan isi dalam, rongga sel tersebut yang penyusunnya disebut “Sarcode”
·    Johanes Purkinje (1787-1869) mengadakan perubahan nama Sarcode menjadi Protoplasma
·  Matthias Schleiden (ahli botani) dan Theodore Schwann (ahli zoologi) tahun 1838 menemukan adanya kesamaan yang terdapat pada struktur jaringan tumbuhan dan hewan. Mereka mengajukan konsep bahwa makhluk hidup terdiri atas sel . konsep yang diajukan tersebut menunjukkan bahwa sel merupakan satuan structural makhluk hidup.
·   Robert Brown (Scotlandia, 1831) menemukan benda kecil yang melayang-layang pada protoplasma yaitu inti (nucleus)
·  Max Shultze (1825-1874) ahli anatomi menyatakan sel merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup
·   Rudolf Virchow (1858) menyatakan bahwa setiap cel berasal dari cel sebelumnya (omnis celulla ex celulla).
Macam Sel Berdasarkan Keadaan Inti
·      sel prokarion, sel yang intinya tidak memiliki membran, materi inti tersebar dalam sitoplasma (sel yang memiliki satu system membran. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah bakteri dan alga biru.
·      sel eukarion, sel yang intinya memiliki membran. Materi inti dibatasi oleh satu system membran terpisah dari sitoplasma. Yang termasuk kelompok ini adalah semua makhluk hidup kecuali bakteri dan alga biru.

Struktur sel prokariotik lebih sederhana dibandingkan struktur sel eukariotik. Akan tetapi, sel prokariotik mempunyai ribosom (tempat protein dibentuk) yang sangat banyak. Sel prokariotik dan sel eukariotik memiliki beberapa perbedaan sebagai berikut :
Sel Prokariotik
·    Tidak memiliki inti sel yang jelas karena tidak memiliki membran inti sel yang dinamakan nucleoid
·     Organel-organelnya tidak dibatasi membran
·      Membran sel tersusun atas senyawa peptidoglikan
·      Diameter sel antara 1-10mm
·       Mengandung 4 subunit RNA polymerase
·       Susunan kromosomnya sirkuler
Sel Eukariotik
·   Memiliki inti sel yang dibatasi oleh membran inti dan dinamakan nucleus
·   Organel-organelnya dibatasi membran
·   Membran selnya tersusun atas fosfolipid
·   Diameter selnya antara 10-100mm
·   Mengandungbanyak subunit RNA polymerase
·   Susunan kromosomnya linier
Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Selaput plasma/ membran plasma
2. Sitoplasma dan Organel Sel. 
3. Inti Sel (Nukleus).
a. Membran Plasma
Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga merupakan alat transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel. Struktur membran ialah dua lapis lipid (lipid bilayer) dan memiliki permeabilitas tertentu sehingga tidak semua molekul dapat melalui membran sel. Komponen penyusun membran sel antara lain adalah phosfolipids, protein, oligosakarida, glikolipid, dan kolesterol.
Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.
Khusus pada sel tumbahan, selain mempunyai selaput plasma masih ada satu struktur lagi yang letaknya di luar selaput plasma yang disebut Dinding Sel (Cell Wall).
Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel terdiri daripada selulosa yang kuat yang dapat memberikan sokongan, perlindungan, dan untuk mengekalkan bentuk sel. Terdapat liang pada dinding sel untuk membenarkan pertukaran bahan di luar dengan bahan di dalam sel.
Dinding sel juga berfungsi untuk menyokong tumbuhan yang tidak berkayu. Dinding sel terdiri dari Selulosa (sebagian besar), hemiselulosa, pektin, lignin, kitin, garam karbonat dan silikat dari Ca dan Mg.
c. Sitoplasma dan Organel Sel.
Bagian yang cair dalam sel dinamakan Sitoplasma khusus untuk cairan yang berada dalam inti sel dinamakan Nukleoplasma), sedang bagian yang padat dan memiliki fungsi tertentu digunakan Organel Sel.
Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%), berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kirnia sel.Organel sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi kehidupan).
Organel Sel tersebut antara lain :
1.      Mitokondria
Mitokondria adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Dengan demikian, mitokondria adalah “pembangkit tenaga” bagi sel.
Mitokondria banyak terdapat pada sel yang memilki aktivitas metabolisme tinggi dan memerlukan banyak ATP dalam jumlah banyak, misalnya sel otot jantung.
2.       Lisosom
Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan.  Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. Lisosom ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik.
3.       Badan Golgi
Badan Golgi (disebut juga aparatus Golgi, kompleks Golgi atau diktiosom) adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal.
Badan Golgi ditemukan oleh seorang ahli histologi dan patologi berkebangsaan Italia yang bernama Camillo Golgi.
 fungsi badan golgi antara lain :
·  Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar kantung kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain.
·   Membentuk membran plasma. Kantung atau membran golgi sama seperti membran plasma. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma.
·   Membentuk dinding sel tumbuhan
·  Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom.
·  Tempat untuk memodifikasi protein
·  Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel
·  Untuk membentuk lisosom
4.      Retikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma (RE) adalah organel yang dapat ditemukan di seluruh sel hewan eukariotik.
Retikulum endoplasma memiliki struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis. Kantung ini disebut cisternae. Fungsi retikulum endoplasma bervariasi, tergantung pada jenisnya. (kata endoplasmik berarti “di dalam sitoplasma” dan retikulum diturunkan dari bahasa latin yang berarti “jaringan”).
RE kasar Di permukaan RE kasar, terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom. Ribosom ini berperan dalam sintesis protein. Maka, fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat sintesis protein. RE halus Berbeda dari RE kasar, RE halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat-obatan, dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel.
5.       Ribosom (Ergastoplasma),
Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil, ada yang melekat sepanjang R.E. dan ada pula yang soliter. Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel.
Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein.Struktur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
6.       Plastida
Plastida adalah organel sel yang menghasilkan warna pada sel tumbuhan. ada tiga macam plastida, yaitu:
·   leukoplast: plastida yang berbentuk amilum(tepung)
· kloroplast: plastida yang umumnya berwarna hijau. terdiri dari : klorofil a dan b (untuk fotosintesis), xantofil, dan karoten
·   kromoplast: plastida yang banyak mengandung karoten
7.       Sentriol (sentrosom)
Sentorom merupakan wilayah yang terdiri dari dua sentriol (sepasang sentriol) yang terjadi ketika pembelahan sel, dimana nantinya tiap sentriol ini akan bergerak ke bagian kutub-kutub sel yang sedang membelah.
8.      Vakuola
Vakuola merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan (cell sap dalam bahasa Inggris). Cairan ini adalah air dan berbagai zat yang terlarut di dalamnya. Vakuola ditemukan pada semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali pada hewan uniseluler tingkat rendah.
Fungsi vakuola adalah :
1. memelihara tekanan osmotik sel
2. penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol, dll
3. mengadakan sirkulasi zat dalam sel
9.      Mikrotubulus
 Berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai “rangka sel”. Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung pembelahan Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentakan Sentriol, Flagela dan Silia.
10.   Mikrofilamen
Seperti Mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel.k. Peroksisom (Badan Mikro) Ukurannya sama seperti Lisosom. Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati).
d. Nukleus
Inti sel atau nukleus sel adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik.
Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri
Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan
1. Sel Hewan :
* tidak memiliki dinding sel
* tidak memiliki butir plastida
* bentuk tidak tetap karena hanya memiliki membran sel yang keadaannya tidak kaku
* jumlah mitokondria relatif banyak
* vakuolanya banyak dengan ukuran yang relatif kecil
* sentrosom dan sentriol tampak jelas
2. Sel Tumbuhan
* memiliki dinding sel
* memiliki butir plastida
* bentuk tetap karena memiliki dinding sel yang terbuat dari cellulosa
* jumlah mitokondria relatif sedikit karena fungsinya dibantu oleh butir plastida
* vakuola sedikit tapi ukurannya besar
* sentrosom dan sentriolnya tidak jelas

Perekat sel
Ø  Tigh juction
Ø  Gap juction
Ø  Adhering juction
Membran basal
v  Jenis A: penebalan jenis membran ini disebabkan oleh peleburan 2 lamina basal yang dibentuk oleh lapis sel epitel dan sel endotel, seperti yang terdapat dalam glomerulus ginjal dan pada alveolus paru.  Membran basal terdiri atas lamina densa ( daerah yang berwarna lebih gelap) dengan lamina lusida (lamina rara: daerah yang berwarna lebih terang) pada kedua sisinya.
v Jenis B: jenis membran basal yang yang lebih umum yang memisahkan dan mengikat epitel ke jaringan ikat yang di bentuk oleh gabungan lamina basal dan lamina reticuler.

Jenis kelenjar
*      Kelenjar tubuler
*      Kelenjar tubuler bergelung
*      Kelenjar tubuler bercabang sederhana
*      Kelenjar arsiner bercabang sederhana
*      Kelenjar tubulo asiner bercabang majemuk
*      Kelenjar tubuler bercabang majemuk
*      Kelenjar asiner bercabang majemuk.

Usai membahas materi dan melakukan tanya jawab, waktu menunjukan pukul 16.30 wib. Waktu dimana pertemuan kedua ini harus berakhir. Sebelum pak saleh menutup pertemuan ini, beliau berpesan pada kami agar membaca-baca ulang dan mencari materi yang disampaikannya lewat buku atau internet. Setelah itu baru beliau mengakhiri dengan lafaz hamdallah dan menutupnya dengan salam.

Kesan selama belajar : pertama sedikit gugup karena datang agak terlambat, tapi selanjutnya belajar menjadi rileks dan menyenangkan.