Senin, 13 Januari 2014

Umi nasiyah

Jurnal 1

Mata Kuliah Limnologi
Nama:Umi Nasiyah
Nim: 342010219

Hari, Tanggal  : Selasa, 05 Maret 2013
Waktu             : 10.00-12.30
Tempat            :FKIP UMP Ruang 3.1

Assalamu’alaikum,.
Langit biru tersenyum haru ceria, melintasi cakrawala kegembiraan yang tersemai dalam bingkai kebahagiaan. Mentari tersenyum merona menghiasi detik hari yang menyeruak. Dengan gontai aku berjalan menuju suatu tempat, di lintasan waktu yang semakin melaju. Tepatnya di ruang 3.1 Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palembang. Hari dimana aku akan mengikuti mata kuliah limnologi dengan bapak Dr. Saleh Hidayat, M.Si.
Sedikit banyak yang aku ketahui tentang pak Saleh Hidayat meski ini merupakan pertemuan perdanaku dengan beliau. Pertama kali aku bertemu dengan pak Saleh itu di acara seminar pendidikan yang diadakan oleh salah satu organisasi yang amat populer di kampus hijau yaitu IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah). Kalau hanya sekedar bertemu saja, aku sering sekali melihat pak Saleh shalat di masjid Al Hikmah. Tapi, yang  aku maksud disini adalah tatap muka secara langsung. Referensi lain yang ku dapat mengenai pak Saleh hidayat yaitu dari teman-teman dan kakak tingkat yang pernah mengikuti mata kuliah beliau. Waahh, banyak mereka yang bilang bahwa pak Saleh itu disiplin, ketat,  killer, dan yang tak kalah penting adalah  keren serta perfect mengajarnya. Hal inilah yang membuatku makin penasaran dengan sosok  pak Saleh Hidayat. Setelah  lama menimba ilmu di kampus hijau barulah tahun ini bertemu mata kuliah dengan beliau, tepatnya di semester 6 dengan mata kuliah limnologi.
Di awal pertemuan mata kuliah limnologi tepatnya pukul 10.00 WIB pak Saleh meminta kami untuk absen terlebih dahulu selanjutnya beliau mulai sibuk dengan laptopnya kemudian mengabsen kami satu persatu dengan nama-nama yang telah terketik rapi dalam laptopnya. Kemudian beliau mulai menjelaskan tentang limnologi melalui bertanya mengenai sungai Musi dan banyaknya sungai yang ada di Palembang dan sekitarnya. Beliau juga menjelaskan bahwa di rawa-rawa banyak sekali tumbuhan lumut dan paku yang mengalami metagenesis (pergiliran keturunan) lewat sporanya. Tumbuhan paku yang mati akan digantikan dengan tumbuhan paku yang baru melalui sporanya, kemudian akan terjadilah penumpukan tumbuhan paku. Tumbuhan paku yang mati tersebut akan membentuk lahan gambut yang kaya akan cadangan batu bara. Wah  menarik sekali, berarti di daerah Palembang dan sekitarnya kaya akan cadangan batu bara dong.
Belum lama setelah pak Saleh menjelaskan, beliau mulai disibukkan dengan agenda lain dan mulai resah memandangi arloji di tangannya. Kemudian beliau mohon izin untuk menghadiri rapat, nampaknya sangat buru-buru karena tanpa menunggu lama pak Saleh langsung pergi meninggalkan ruangan 3.1. Sebelum pergi pak Saleh berpesan agar kami membagi kelompok dengan cara membuat undian dan menunggu pak Saleh sampai pukul 11.30, jika hingga jam tersebut  pak Saleh tak kunjung datang maka kami boleh keluar dan masuk kembali pukul 16.00 WIB.
Jam selanjutnya tepatnya 16.10 WIB kami kembali masuk ruang 3.1 guna melanjutkan kembali perkuliahan Limnologi dengan Dr. Saleh Hidayat, M.Si. Namun belum juga dibuka  kembali perkuliahannya, pak Saleh mohon izin keluar untuk menunaikan shalat Ashar. Luar biasa meski sesibuk apapun tapi pak Saleh tak lupa shalat. Karena mau seperti apa dan jadi apa kita, itu semua tak luput dari ridha Allah SWT. Jadi teringat lagu justice voice “sudah cakep, sudah sholeh, prestasinya oke”. Hidup Mahasiswa!
Setelah selesai pak Saleh menunaikan kewajiban pada rabbul izzati dan masuk kembali ke ruangan 3.1, akhirnya hal yang di tunggu-tunggu hadir juga LCD ON dan pak Saleh mulai menjelaskan kontrak belajar, metode penyajian, tagihan, dan lain-lain.
Kontrak belajar:
1.      Tidak memakai T-Shirt
2.      Tidak memakai sandal
3.      Tidak terlambat
Di sela-sela penjelasannya mengenai kontrak belajar, tiba-tiba listrik padam. Hal ini membuat pak Saleh keluar dan angkat bicara dengan logat sundanya, ternyata ada bapak-bapak yang sengaja memadamkan aliran listrik. Mungkin dikiranya semua perkuliahan telah sepi dan selesai. Pak Saleh kembali menghidupkan laptop dan LCD, beliau sedikit menggerutu kemudian  menjelaskan bahwa kami juga memiliki tugas tiap minggunya yaitu membuat Refleksi Diri. Acapkali pak saleh membuatku tersenyum geli dengan logat jawa, sunda, dan bahasa Indonesia yang campur aduk. Hal ini membuat pak saleh menegurku, “eh ojo ngguyu”. Ucapnya sambil tersenyum melihatku.  Aku malah makin tertawa deras olehnya. “ealah dibilangin jangan ngguyu malah ngguyu terus”.
Ngguyu itu bahasa jawa yang artinya tertawa, dan ojo ngguyu artinya jangan tertawa. Akhirnya karena melihatku geli dan tertawa, pak  Saleh mendekatiku dan salah seorang teman di sampingku. Kemudian beliau bertanya
 “kalian  asli orang jawa ya?”
“iya pak”. Jawabku dan teman di sebelahku.
“kelihatan dari mukanya, jawa mana? Belitang?”. Tanyanya lagi
“iya “ jawab temanku.
“kamu?” beliau menuju ke arahku
“saya dari baturaja pak”. Tambahku
“ oohh,, banyak ya orang jawa di kelas ini”. Tambahnya
Sembari mengajak kami tersenyum ria, beliau melanjutkan slide-slide yang telah menanti di hadapan kami  yaitu penjelasan mengenai format refleksi diri dan kesalahan-kesalahan umum dalam penulisan refleksi diri.

Usai menjelaskan kontrak belajar dan berbagai macam komponen-komponennya yang tak kalah penting untuk diingat ialah motivasi belajar yang luar biasa. Pak saleh member kami motivasi-motivasi, dan itu selalu terngiang di kepalaku. Beliau berkata: “Menjadilah Bintang Setiap Hari, karena Mahasiswa itu harus Pintar, Jujur, Cermat, Teliti dan Santun”. 
Satu lagi yang bikin urat nadiku merinding,  “ Kalau Mau Pasti Ada Jalan dan Ketika Tidak Mau Maka Akan Banyak Alasan”. Perkataan ini sungguh mampu mencabik-cabik hati dan fikiranku. HERO yang sangat heroik pembangkit semangat baru untuk masa depan gemilang. Mirip dengan apa yang aku baca dalam buku yang berjudul Zero to Hero dan Happy Ending Full Barokah karangan Shalihin Abu Izzudin.
Teringat akan nasihat guru ngajiku , “ Waktu Itu Ibarat Dua Bilah Mata Pedang Yang Sangat Tajam, Jika Ia Engkau Sia-Siakan Maka Suatu Saat Ia Akan Menebas Lehermu”.
Amazing, hal ini sesuai dengan firman Allah:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, dan nasihat-nasihat supaya menaati kebenaran, dan nasihat-nasihat supaya menetapi kesabaran”. (QS.Al ‘Asr)
Bagiku dosen dan guru yang baik itu ialah ia yang cerdas lagi mampu mencerdaskan mahasiswa atau anak didiknya. Ia mampu memberikan motivasi dan inovasi baru dalam belajar mengajar. Jadi belajar akan terasa menyenangkan dan tidak monoton. Sehingga fungsi mahasiswa agent of change akan terwujud.
Selang beberapa waktu kemudian setelah kami bercakap-cakap, waktu menunjukan pukul 17.50 wib. Senja di sore itu nampak mencuat, mega merah menggelayut di atap-atap langit dan  menghamburkan percikan-percikan oranye. Tak lama kemudian diusir oleh awan hitam yang menggumpal dan terus menggumpal menyelimuti langit. Hari kian meredup. Perjumpaan perdana mata kuliah limnologi dengan pak Saleh Hidayat hari ini berakhir.

kesan:
            Kesan selama perkuliahan hari ini adalah banyak  memberi saya motivasi dan inspirasi. Namun agak sedikit kecewa karena harus ditinggal begitu saja di awal jam perkuliahan.
pesan:
Suasana perkuliahan jadi menyenangkan karena Bapak banyak memberikan informasi selingan yang erat kaitannya dengan pengetahuan. Terima kasih bapak telah memberikan  masukan untuk  kami semua, dan semoga Bapak tetap bersabar dalam mendidik kami yang juga calon pendidik, dalam perkuliahan ini.