Hari/tanggal: kamis/06 0ktober 2011
Pertemuan II
Sang surya hari ini telah meninggi,
panasnya begitu menyengat. usai dzuhur aku keluar dari masjid al-hikmah menuju
kampus begitu terburu-buru, bagaikan di kejar singa di siang hari. Menuju
tempat dimana aku akan mengikuti mata kuliah struktur hewan. Tepatnya di ruang
3 lantai dasar fakultas keguruan dan ilmu pendidikan universitas muhammadiyah
palembang. Aku mencoba berlari sekenannya, tadinya aku mendengar informasi
bahwa pergantian jadwal mata kuliah struktur hewan dari hari jum’at menjadi
hari kamis adalah pukul 13.50 wib. Ternyata masuknya pukul 13.30 wib. Aku yang
ketika itu masih berdiam diri di masjid seusai shalat langsung tersentak. Tanpa
pikir panjang aku langsung meringkus ranselku dan berlari menuju kelas.
Setibanya
aku di depan kelas keringat begitu deras mengucur di keningku, nafasku
tersengal-sengal olehnya. Aku mencoba mengetuk pintu dan masuk ruangan, akan
tetapi tak ku dapati pak saleh di ruang kelas. Seperti biasa aku memilih untuk
langsung duduk di barisan paling depan. Masih dengan derai keringat yang
menghujam dan hembusan nafas yang sepertinya hendak putus, aku bertanya ke
teman di sebelah kiri dan kananku. “ dimana pak saleh?”. tanyaku.
“ keluar, tapi tak tahu kemana”.
jawab mereka.
Usai bercakap-cakap dengan mereka,
aku mencoba mengambil tisu untuk mengeringkan keringat di mukaku. Belum selesai
aku mengusap-usap mukaku dengan tisu, tiba-tiba pak saleh datang dan memanggil
ketua tingkat untuk membantunya menghidupkan layar LCD. Menandakan jam belajar
akan segera di mulai. Pak salaeh membuka pertemuan kedua ini dengan salam dan
lafaz basmallah.
Pada pertemuan kedua ini membahas
poin-poin diantaranya:
·
Morfologi deskriptif
·
Sel unit tekecil
·
Ciri umum verteberata
·
Simetris bilateral
·
Bidang anatomi
·
Metamerisma
·
Coelom
·
Sistem organ tubuh verteberata
-
Integumen
-
Rangka (skeleton)
-
Otot
-
Sirkulasi
-
Repiratoris
-
Pencernaan
-
Urogenital
-
Koordinasi
Jaringan pada hewan terdiri dari:
-
Jaringan epitel
-
Jaringan pengikat/ penyambung
-
Jaringan otot
-
Jaringan syaraf
Beberapa menit telah berlalu, kami
mulai membahas satu persatu dari poin-poin tersebut. Di mulai dengan membahas
sel unit terkecil.
Sel
Sel adalah kesatuan structural dan fungsional
makhluk hidup dimana keberadaannya sangat berpengaruh terhadap kepribadian dan tingkah
laku dari masing masing makhluk hidup
Teori-teori tentang sel.
Teori-teori tentang sel.
1. Unit struktural terkecil
2. Unit hereditas terkecil
3. Unit fungsional terkecil
Para ahli yang mengemukakan teori
mengenai sel :
· Robert Hooke (Inggris, 1665)
meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop. Hasil pengamatannya ditemukan rongga-rongga yang
disebut sel (cellula)
· Hanstein (1880) menyatakan bahwa sel tidak
hanya berarti cytos (tempat yang berongga), tetapi juga berarti cella (kantong
yang berisi)
· Felix Durjadin (Prancis, 1835) meneliti
beberapa jenis sel hidup dan menemukan isi dalam, rongga sel tersebut yang
penyusunnya disebut “Sarcode”
· Johanes Purkinje (1787-1869) mengadakan
perubahan nama Sarcode menjadi Protoplasma
· Matthias Schleiden (ahli botani)
dan Theodore Schwann (ahli zoologi) tahun 1838 menemukan adanya kesamaan yang
terdapat pada struktur jaringan tumbuhan dan hewan. Mereka mengajukan
konsep bahwa makhluk hidup terdiri atas sel . konsep yang diajukan tersebut
menunjukkan bahwa sel merupakan satuan structural makhluk hidup.
· Robert Brown (Scotlandia, 1831) menemukan
benda kecil yang melayang-layang pada protoplasma yaitu inti (nucleus)
· Max Shultze (1825-1874) ahli anatomi menyatakan
sel merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup
· Rudolf Virchow (1858) menyatakan
bahwa setiap cel berasal dari cel sebelumnya (omnis celulla ex celulla).
Macam Sel
Berdasarkan Keadaan Inti
· sel prokarion, sel yang intinya
tidak memiliki membran, materi inti tersebar dalam sitoplasma (sel yang
memiliki satu system membran. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah bakteri
dan alga biru.
· sel eukarion, sel yang intinya
memiliki membran. Materi inti dibatasi oleh satu system membran terpisah dari
sitoplasma. Yang termasuk kelompok ini adalah semua makhluk hidup kecuali
bakteri dan alga biru.
Struktur sel
prokariotik lebih sederhana dibandingkan struktur sel eukariotik. Akan tetapi,
sel prokariotik mempunyai ribosom (tempat protein dibentuk) yang sangat banyak.
Sel prokariotik dan sel eukariotik memiliki beberapa perbedaan sebagai berikut
:
Sel Prokariotik
· Tidak memiliki inti sel yang jelas
karena tidak memiliki membran inti sel yang dinamakan nucleoid
· Organel-organelnya tidak dibatasi membran
· Membran sel tersusun atas senyawa
peptidoglikan
· Diameter sel antara 1-10mm
· Mengandung 4 subunit RNA polymerase
· Susunan kromosomnya sirkuler
Sel Eukariotik
· Memiliki inti sel yang dibatasi oleh membran
inti dan dinamakan nucleus
· Organel-organelnya dibatasi membran
· Membran selnya tersusun atas fosfolipid
· Diameter selnya antara 10-100mm
· Mengandungbanyak subunit RNA polymerase
· Susunan kromosomnya linier
Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Selaput plasma/ membran plasma
2. Sitoplasma dan Organel Sel.
3. Inti Sel (Nukleus).
a. Membran Plasma
Membran
sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel
membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga merupakan alat
transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan
dan tidak dibutuhkan oleh sel. Struktur membran ialah dua lapis lipid (lipid
bilayer) dan memiliki permeabilitas tertentu sehingga tidak semua molekul dapat
melalui membran sel. Komponen penyusun membran sel antara lain adalah
phosfolipids, protein, oligosakarida, glikolipid, dan kolesterol.
Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai
lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati
membran sel antara lain ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar
yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul
polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan
mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.
Khusus pada sel
tumbahan, selain mempunyai selaput plasma masih ada satu struktur lagi yang
letaknya di luar selaput plasma yang disebut Dinding Sel (Cell Wall).
Dinding sel hanya
terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel terdiri daripada selulosa yang kuat
yang dapat memberikan sokongan, perlindungan, dan untuk mengekalkan bentuk sel.
Terdapat liang pada dinding sel untuk membenarkan pertukaran bahan di luar
dengan bahan di dalam sel.
Dinding sel juga berfungsi untuk menyokong tumbuhan yang tidak berkayu. Dinding sel terdiri dari Selulosa (sebagian besar), hemiselulosa, pektin, lignin, kitin, garam karbonat dan silikat dari Ca dan Mg.
Dinding sel juga berfungsi untuk menyokong tumbuhan yang tidak berkayu. Dinding sel terdiri dari Selulosa (sebagian besar), hemiselulosa, pektin, lignin, kitin, garam karbonat dan silikat dari Ca dan Mg.
c. Sitoplasma dan Organel Sel.
Bagian yang cair
dalam sel dinamakan Sitoplasma khusus untuk cairan yang berada dalam inti sel
dinamakan Nukleoplasma), sedang bagian yang padat dan memiliki fungsi tertentu
digunakan Organel Sel.
Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%), berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kirnia sel.Organel sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi kehidupan).
Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%), berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kirnia sel.Organel sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi kehidupan).
Organel Sel tersebut
antara lain :
1.
Mitokondria
Mitokondria
adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung.
Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan
energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Dengan demikian,
mitokondria adalah “pembangkit tenaga” bagi sel.
Mitokondria banyak
terdapat pada sel yang memilki aktivitas metabolisme tinggi dan memerlukan
banyak ATP dalam jumlah banyak, misalnya sel otot jantung.
2.
Lisosom
Lisosom
adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik
yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. Fungsi dari organel ini adalah sebagai
penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. Lisosom ditemukan pada tahun
1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik.
3.
Badan Golgi
Badan
Golgi (disebut juga aparatus Golgi, kompleks Golgi atau diktiosom) adalah
organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat
dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini terdapat hampir
di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan
fungsi ekskresi, misalnya ginjal.
Badan
Golgi ditemukan oleh seorang ahli histologi dan patologi berkebangsaan Italia
yang bernama Camillo Golgi.
fungsi badan golgi antara lain :
· Membentuk kantung (vesikula) untuk
sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar kantung kecil tersebut, berisi
enzim dan bahan-bahan lain.
· Membentuk membran plasma. Kantung atau membran
golgi sama seperti membran plasma. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian
dari membran plasma.
· Membentuk dinding sel tumbuhan
· Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada
spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan
lisosom.
· Tempat untuk memodifikasi protein
· Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul
untuk sekresi sel
· Untuk membentuk lisosom
4.
Retikulum Endoplasma
Retikulum
endoplasma (RE) adalah organel yang dapat ditemukan di seluruh sel hewan
eukariotik.
Retikulum
endoplasma memiliki struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis. Kantung
ini disebut cisternae. Fungsi retikulum endoplasma bervariasi, tergantung pada
jenisnya. (kata endoplasmik berarti “di dalam sitoplasma” dan retikulum
diturunkan dari bahasa latin yang berarti “jaringan”).
RE
kasar Di permukaan RE kasar, terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom.
Ribosom ini berperan dalam sintesis protein. Maka, fungsi utama RE kasar adalah
sebagai tempat sintesis protein. RE halus Berbeda dari RE kasar, RE halus tidak
memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya. RE halus berfungsi dalam
beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan
konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat-obatan, dan tempat melekatnya reseptor
pada protein membran sel.
5.
Ribosom (Ergastoplasma),
Struktur ini berbentuk bulat terdiri
dari dua partikel besar dan kecil, ada yang melekat sepanjang R.E. dan ada pula
yang soliter. Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam
sel.
Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein.Struktur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein.Struktur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
6.
Plastida
Plastida
adalah organel sel yang menghasilkan warna pada sel tumbuhan. ada tiga macam
plastida, yaitu:
· leukoplast: plastida yang
berbentuk amilum(tepung)
· kloroplast: plastida yang umumnya berwarna
hijau. terdiri dari : klorofil a dan b (untuk fotosintesis), xantofil, dan
karoten
· kromoplast: plastida yang banyak mengandung
karoten
7.
Sentriol (sentrosom)
Sentorom
merupakan wilayah yang terdiri dari dua sentriol (sepasang sentriol) yang
terjadi ketika pembelahan sel, dimana nantinya tiap sentriol ini akan bergerak
ke bagian kutub-kutub sel yang sedang membelah.
8.
Vakuola
Vakuola
merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan (cell sap dalam bahasa Inggris).
Cairan ini adalah air dan berbagai zat yang terlarut di dalamnya. Vakuola
ditemukan pada semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan
bakteri, kecuali pada hewan uniseluler tingkat rendah.
Fungsi vakuola adalah :
1. memelihara tekanan osmotik sel
2. penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol, dll
3. mengadakan sirkulasi zat dalam sel
1. memelihara tekanan osmotik sel
2. penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol, dll
3. mengadakan sirkulasi zat dalam sel
9.
Mikrotubulus
Berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi
untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai “rangka sel”. Contoh organel ini
antara lain benang-benang gelembung pembelahan Selain itu mikrotubulus berguna
dalam pembentakan Sentriol, Flagela dan Silia.
10. Mikrofilamen
Seperti
Mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu
protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam
pergerakan sel.k. Peroksisom (Badan Mikro) Ukurannya sama seperti Lisosom.
Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung
enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati).
d. Nukleus
Inti
sel atau nukleus sel adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik.
Fungsi utama
nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol
aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi
untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk
mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya
replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi
gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri
Perbedaan Sel
Hewan dan Tumbuhan
1. Sel Hewan :
* tidak memiliki dinding sel
* tidak memiliki butir plastida
* bentuk tidak tetap karena hanya memiliki membran sel yang keadaannya tidak kaku
* jumlah mitokondria relatif banyak
* vakuolanya banyak dengan ukuran yang relatif kecil
* sentrosom dan sentriol tampak jelas
* tidak memiliki dinding sel
* tidak memiliki butir plastida
* bentuk tidak tetap karena hanya memiliki membran sel yang keadaannya tidak kaku
* jumlah mitokondria relatif banyak
* vakuolanya banyak dengan ukuran yang relatif kecil
* sentrosom dan sentriol tampak jelas
2. Sel Tumbuhan
* memiliki dinding sel
* memiliki butir plastida
* bentuk tetap karena memiliki dinding sel yang terbuat dari cellulosa
* jumlah mitokondria relatif sedikit karena fungsinya dibantu oleh butir plastida
* vakuola sedikit tapi ukurannya besar
* sentrosom dan sentriolnya tidak jelas
* memiliki dinding sel
* memiliki butir plastida
* bentuk tetap karena memiliki dinding sel yang terbuat dari cellulosa
* jumlah mitokondria relatif sedikit karena fungsinya dibantu oleh butir plastida
* vakuola sedikit tapi ukurannya besar
* sentrosom dan sentriolnya tidak jelas
Perekat sel
Ø Tigh juction
Ø Gap juction
Ø Adhering juction
Membran basal
v Jenis A: penebalan jenis membran
ini disebabkan oleh peleburan 2 lamina basal yang dibentuk oleh lapis sel
epitel dan sel endotel, seperti yang terdapat dalam glomerulus ginjal dan pada
alveolus paru. Membran basal terdiri
atas lamina densa ( daerah yang berwarna lebih gelap) dengan lamina lusida
(lamina rara: daerah yang berwarna lebih terang) pada kedua sisinya.
v Jenis B: jenis membran basal yang
yang lebih umum yang memisahkan dan mengikat epitel ke jaringan ikat yang di
bentuk oleh gabungan lamina basal dan lamina reticuler.
Jenis kelenjar
Usai membahas materi dan melakukan
tanya jawab, waktu menunjukan pukul 16.30 wib. Waktu dimana pertemuan kedua ini
harus berakhir. Sebelum pak saleh menutup pertemuan ini, beliau berpesan pada
kami agar membaca-baca ulang dan mencari materi yang disampaikannya lewat buku
atau internet. Setelah itu baru beliau mengakhiri dengan lafaz hamdallah dan
menutupnya dengan salam.
Kesan selama belajar : pertama sedikit gugup karena datang
agak terlambat, tapi selanjutnya belajar menjadi rileks dan menyenangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar