Selasa, 17 Maret 2015

REFLEKSI DIRI STRUKTUR HEWAN



Umi Nasiyah
 
Hari/tanggal: jum’at/14 oktober 2011
Pertemuan III

Siang ini suasana kampus nampak gelap, awan yang menggumpal menghiasi langit dipenuhi dengan kilat-kilat yang mencuat menggelegar di atap-atap langit. Senyumku yang tersungging ria hari ini tak berbalas dengan cuaca hari, mentari serasa enggan tersenyum hari ini. Namun tak akan mengurangi dan mematahkan semangatku untuk mengikuti mata kuliah struktur hewan. Meski hembusan angin serasa menusuk kulit dan menjalar keseluruh nadiku. Aku tetap semangat menuju ruang kelas. Kalau minggu sebelumnya aku datang terlambat tapi tidak untuk hari ini, hari ini aku datang lebih awal. Teringat akan nasihat seorang sahabat sekaligus guru bagiku, tentang pentingnya management waktu. Beliau berkata, waktu itu ibarat dua bilah mata pedang yang sangat tajam. Suatu saat waktu bisa menebas leher siapapun yang menyia-nyiakannya. Kata-kata itu selalu terngiang di otakku. Jadi aku akan berusaha mencetak hari-hariku sebaik mungkin. Waktu terus mengalir , tak terasa proses belajar pun dimulai. Seperti biasa pak saleh yang telah memasuki ruangan, langsung membuka pertemuan ketiga ini dengan salam dan lafaz basmallah. Tak banyak yang ia sampaikan, beliau hanya mempersilahkan kepada kelompok yang mendapat giliran presentasi untuk mempresentasikan hasil makalah yang di tugaskan pada pertemuan minggu lalu. Membahas mengenai jaringan ikat.

Jaringan ikat
Jaringan ikat berasal dari bahasa inggris (nonnective tissue) diterjemahkan menjadi jaringan ikat. Berasal dari lapisan embrional mesoderm (mesenkim) tapi ada perkecualian pada jaringan ikat sistem saraf (neuroglia) berasal dari lapisan ektoderm.
            Jaringan ikat merupakan jaringan yang tersusun atas sel-sel yang tidak rapat.
Fungsi jaringan ikat:
*      Mengikat atau mempersatukan jaringan-jaringan menjadi organ dan berbagai organ menjadi sistem organ.
*      Sebagai penyimpanan (berupa lemak)
*      Sebagai pembungkus (berupa lemak)
*      Sebagai pertahanan: untuk membentuk kekebalan tubuh atau mempertahankan tubuh dari penyakit. Contoh: sel darah putih dan  kelenjar air liur
*      Perbaiakan (keping darah)
*      Transportasi (darah)
Jaringan tersusun atas matriks  :
*      Serat kolagen
Merupakan serabut-serabut tebal dan bercabang, berwarna putih, dan bila direbus seperti gelatin. Molekul dasar pembentuk mikrofibril disebut tropokolagen. Tropokolagen berdimensi 280 nm panjangnya dan 1,5 nm lebarnya. Kekuatan serabut kolagen berasal dari penggabungan antara molekul-molekul kolagen. Terletak pada tendon, ginjal, ligamen, dan pada kornea mata.
*      Serat elastin
Merupakan serabut tipis yang mempunyai garis longitudinal bercabang-cabang dan bersatu sama lain yang warnanya  kuning. Penyusunnya protein elastin (rentan pengaruh kimia). Terdapat pada dinding pembuluh darah, paru-paru dan kantong empedu.
*      Serat reticuler
Serabut ini sangat halus, paling halus diantara serabut yang lain.  .  Banyak terdapat dalam otot polos, limpa, nodus limfatik, sumsum tulang merah, hati, dan kelenjar endokrin. Serabut ini disebut sebagai serabut argirofilik, karena afinitasnya terhadap garam perak.
Substansi dasar
v  Glikosaminoglikan : merupakan polisakarida linier yang dibentuk oleh rentetan unit disakarida, yang biasanya terdiri atas sebuah asam uronat dan sebuah heksosamin.
v  Proteoglikan: struktur yang asanagat terhidrasi, dengan lapisan tebal air yang mengelilingi molekul.
v  Glikoprotein multiadhesif: senyawa yang mengandung bagian protein tempat karbohidrat melekat.
Kategori jaringan ikat berdasarkan fungsi dan gambaran fisiologis:
*      Jaringan pengikat biasa
*      Jaringan pengikat penyokong (kartilago, tulang)
*      Jaringan hemopoetik (darah, limfa)
Sel-sel jaringan ikat
*      Fibroblas
*      Makrofag
*      Mast cell
*      Sel plasma
*      Sel adiposa
Klasifikasai jaringan ikat
            Berdasarkan tingkat diferensiasi dibedakan menjadi:
1.      Jaringan ikat embrional
*      Jaringan mesenkim (pengisi lapisan endoderm dan ektoderm)
*      Jaringan mukosa (dalam plasenta, humor viterus dalam bola mata), didalam selnya terdapat bahan seperti lendir ( pada plasenta disebut wharton jelly)
2.      Jaringan ikat dewasa
*      Jaringan ikat padat
·         Jaringan ikat reguler
Ø  Jaringan ikat padat kolagen;  terdapat sebagai tendon, ligamen, fascia, aponeuris, dan kornea.
Ø  Jaringan ikat padat elastis; terdapat sebagai ligamen (flavum, vokal, nuchae, stilohyoideum), sebagai lembaran (dinding perut, dinding aorta)
·         Jaringan ikat padat ireguler
Pembungkus berbagai organ, tendon, sebagai dermis pada kulit.
*      Jaringan ikat longgar
Sel yang ada didalamnya; fibroblas, lemak, plasmasit, makrofag, mastosit, sel-sel mesenkiim yang belum berdiferensiasi, sel imigran, dan sel pigmen.
3.      Jaringan ikat berpigmen
Ø  Dibangun oleh sel pigmen (melanofor)
Ø  Terdapat pada koroid mata, lamina fusca sklera mata
4.      Jaringan ikat reticuler
*      Dibangun oleh sel reticuler dan serabut retikulin
*      Terdapat pada organ hemopoietik
5.      Jaringan lemak
*      Banyak dijumpai pada subkutan, perut, dan pantat
*      Ada sel fibroblas, mastosit, disokong serabut kolagen dan elastin
*      Dibedakan menjadi jaringan lemak putih (kuning) dan jaringan lemak coklat

Sumber materi: histologi dasar

Setelah panjang lebar kelompok I memaparkan hasil makalahnya, tibalah saatnya
season pertanyaan dibuka. Season pertama dibuka dengan 2 pertanyaan yaitu:
1.      Apakah pada jaringan ikat padat terdapat matriks? (ade nelsa)
2.      Bagaimana jaringan ikat itu membentuk darah? (amiliah)
Beberapa menit telah bergulir satu persatu pertanyaan season pertama telah terjawab. Untuk kedua kalinya tim penyaji membuka pertanyaan kembali dengan 2 pertanyaan yaitu:
1.      Faktor- faktor apa saja yang menyebabkan jaringan ikat, fungsinya tidak dapat berjalan dengan baik? (binti imroah)
2.      Jelaskan mekanisme kerja sel mast dalam menstabilkan darah! (rusman)
Setelah semua pertanyaan terjawab . mereka tim penyaji menutup presentasi . kemudian kembali dengan sedikit penjelasan dari pak saleh mengenai materi jaringan ikat. Beliau menjelaskan materi mengenai jaringan ikat. Setelah kami membahas jaringan ikat tibalah saatnya waktu menunjukkan pukul 15.30 wib. Menandakan kuliah struktur hewan harus berakhir.
            Suasana kelas yang makin berisik oleh riuhnya penghuni kelas, suara mesin air yang meraung-raung dan ditambah gerimis yang terus mericis membuatku makin tidak fokus lagi mendengarkan pak saleh berbicara.
Seketika mukaku pucat karena menahan rasa dingin yang semakin lama semakin menghunus urat-urat nadiku. Terakhir kudengar pak saleh membagikan hasil refleksi diri kami minggu lalu. kemudian menutup perkuliahan kami dengan lafaz hamdallah dan salam.

 Kesan selama belajar: belajar sedikit menyenangkan tapi terasa kurang bisa fokus karena suasana kelas yang riuh, dan suara berisik mesin air yang sangat mengganggu konsentrasi belajar. 

Harapan: semoga untuk kedepannya setelah kondisi kampus memadai, belajar bisa lebih terasa menyenangkan dan benar-benar bisa fokus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar